SANI AKUI KEPRI RUGI TRILIUNAN RUPIAH AKIBAT ILLEGAL FISHING

Anambas, (LINGGA POS) – Dalam setahun saja, Kepri mengalami kerugian triliunan rupiah akibat ulah kapal asing yang mencuri ikan (illegal fishing) di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dan Natuna. Walaupun sudah berkali-kali aparat keamanan laut menangkap para pencuri dari negara asing ini, namun masih saja aktivitas pencurian hasil laut Indonesia itu terjadi. Hal itu terungkap dari pertemuan tatap muka antara Gubernur Kepri HM Sani dan rombongan dengan tokoh masyarakat di Palmatak, KKA, Selasa (5/3). Ini adalah dalam lawatan road show Sani, setelah Kabupaten Lingga akhir Februari lalu. “Perairan Anambas dan Natuna sangat kaya dengan beragam jenis ikan, rumput laut, hingga biota laut lainnya yang selalu menjadi sasaran para pencuri. Dan, kami juga sudah meneruskan ke pihak berwenang,” kata Sani.

Sani mengakui, untuk memberangus dan meminimalisir aktivitas illegal fishing tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat dan sekaligus. Namun, butuh waktu yang lama dan dengan pengawasan yang ketat. Selain itu, pihaknya juga mencoba mencari alternatif lain agar mendapatkan sesuatu dari banyaknya kapal-kapal berbendera asing yang melintas di perairan KKA dan Natuna dengan membuat semacam pengisian bahan bakar minyak untuk kapal tersebut di pelabuhan Antang, KKA.

Gubernur berpesan kepada Pemkab KKA agar bisa menangkap peluang pariwisata bahari yang sangat luar biasa elok. Tidak heran, jika Pulau Bawah di KKA menjadi pulau terbaik versi CNN, dan disebut sebagai laguna terindah di dunia. Pantai Padang Melang, yang mencapai panjang 8 kilometer dengan pasir yang indah, menjadi pesona sendiri bagi wisatawan. “Pemkab Anambas harus bisa menangkap peluang tersebut,” ujar Sani, didampingi Sekdaprov Kepri Suhajar Diantoro, Kapolda Kepri Yotye Mende, Bupati KKA T. Mukhtaruddin, Asisten Ekbang Robert Iwan Loriaunx, Kadis Pariwisata Kepri Guntur Sakti, Ka. BPMD Buralimar, Kadis PU Heru Sukmono, Kadinkes Tjetjep Yuliana, Kadis Kelautan dan Perikanan Raja Ariza, Kadis Sosial Edi Rofiano, Kepala BI Batam Amdizon, termasuk dari PLN Tanjungpinang dan Telkomsel Batam, yang juga masing-masing mendapat giliran menjawab pertanyaan yang diajukan warga KKA. Sani selanjutnya mengatakan, satu diantara upaya mendorong wisatawan datang ke KKA adalah dengan upaya membangun bandara Letung, Jemaja, yang bisa didarati pesawat jenis Boeing. (tn)

Kategori: KEPRI Tags: , , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.