BPS : AGUSTUS 2013, ANGKA PENGANGGURAN 150 RIBU ORANG

Jakarta (LINGGA POS) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pengangguran nasional pada Agustus 2013 meningkat sebanyak 150.000 orang dari 7,24 juta orang pada Agustus 2012 atau menjadi 7,39 juta orang pada Agustus ini. Kepala BPS Suryamin menuturkan, pada Agustus 2013 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia dari 118,05 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 118,09 juta orang. Dari jumlah tersebut jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2013 menurun sebesar 10.000 orang dari 110,81 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 110,08 juta orang. Sementara itu jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2013 meningkat menjadi 7,39 juta orang (6,25 persen) dari 7,24 juta orang (6,14 persen). “Ada perlambatan pertumbuhan ekonomi , jadi ada perlambatan penyerapan tenaga kerja. Sedangkan suplai tenaga kerja baik yang bukan angkatan kerja maupun yang sebelumnya baru masuk dalam angkatan kerja menjadi angkatan kerja lebih besar,” ujar Suryamin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/11).

Menurut dia, tingkat partisipasi angkatan kerja pada Agustus 2013 sebesar 66,09 persen menurun dari Agustus 2012 sebesar 67,88 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 6,14 persen menjadi 6,25 persen.Sedangkan lapangan pekerjaan tersedia, lanjut Suryamin, struktur lapangan pekerjaan, penurunan jumlah tenaga kerja terjadi pada sektor pertanian, industri, pengolahan, dan konstruksi. Dan peningkatan jumlah tenaga kerja terjadi pada sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, komunikasi, keuangan dan bidang kemasyarakatan. “Dalam setahun terakhir, pertanian turun dari 38,09 juta orang menjadi 38,01 juta orang. Industri turun dari 24 juta orang menjadi 22,08 juta orang, dan jasa-jasa naik dari 47,09 juta orang menjadi 49,09 juta orang,” papar Suryamin. (nti,nad/bs)

Kategori: NASIONAL
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.