TERDAPAT 10 PENGIDAP HIV/AIDS di LINGGA

Dabo (LINGGA POS) – Kepala Seksi Penanggulan Penyakit Menular, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo, Kabupaten Lingga mengungkapkan saat ini terdapat sebanyak 10 orang di Lingga mengidap HIV/AIDS. “Dari sepuluh orang penderita, ada 7 orang yang ber KTP Lingga dan 3 orang ber KTP luar Lingga. Ini data total untuk Lingga,” ungkapnya, Selasa (3/12). Ke-10 penderita HIV/AIDS terdata hingga awal Desember 2013. Angka ini, menurut dia menurun dibanding 2012 yang mencapai 16 orang penderita, namun dengan tingkat kematian mencapai presentase 70 persen. Hal ini disebabkan umumnya para penderita baru melakukan pengobatan ketika penyakitnya sudah terkomplikasi dengan penyakit lainnya, dan saat berobat di RSUD Dabo, kondisinya sudah dalam keadaan cukup parah (kronis). Ini ditemukan pada 7 orang dari penderita HIV/AIDS tersebut. Menurut Harli, komplikasi penyakit yang biasa menyerang pengidap HIV/AIDS adalah tuberculosis (TBC) dengan daya tahan tubuh yang semakin melemah sehingga perawatannya akan semakin sulit. Dia mengakui, pihaknya mengalami kesulitan dalam mendeteksi penderita HIV/AIDS karena di RSUD Dabo tidak ada fasilitas seperti klinik VCT dan masih mengandalkan klinik di RSUD Tanjungpinang. “Kemungkinan tahun depan ada ‘planning’ klinik VCT di RSUD Dabo, bantuan dari Pemprov Kepri,”ujarnya.

PANDEMI. 

HIV/AIDS saat ini sudah menjadi pandemi menakutkan dalam sejarah manusia. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan menjadikannya rentan terhadap segala virus dan bakteri. Laporan Kemenkes RI menyebutkan, sejak pertama ditemukan kasus HIV (1987) hingga Juni 2013, tercatat 108.600 orang telah terinveksi HIV dengan 43.667 orang diantaranya sudah pada tahap AIDS. Dalam kurun waktu 6 bulan (Januari-Juni 2013), terdapat sebanyak 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia muda (remaja) 15-24 tahun di Indonesia.

CEGAH PENULARAN HIV/AIDS. 

Untuk mencegah penularan HIV/AIDS lebi luas, kita harus berupaya membangun pengetahuan dan pemahaman yang memadai kepada generasi muda dan wanita usia produktif akan kesehatan seksual dan reproduksi dimana HIV termasuk didalamnya. Diharapkan anak usia muda tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, tetap setia dengan satu pasangan seksual (suami-isteri), menggunakan kondom bila pasangan pernah menderita HIV/AIDS, tidak mengosumsi narkoba dan berhati-ha i terhadap peralatan tajam yang dipakai bergantian. (jk,arn,tb,bs)

Kategori: KEPRI, LINGGA
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.