IMLEK 2565 KONG ZI LI

(LINGGA POS) – Jumat, 31 Januari 2014, masyarakat penganut agama Khonghucu di seluruh belahan dunia menyambut Tahun Baru Imlek 2565 Kong Zi Li dengan segala suka cita. Menurut pakar Psycocybernatic, Suhu Naga, Tahun Baru atau disebut dengan Imlek oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah merupakan akar budaya, dimana saat perayaan itu berlangsung, seluruh keluarga berkumpul dan bersama-sama secara khusyuk mengenang leluhurnya. “Berkumpul bersama keluarga, saling berbagi rezeki dan semangat baru serta hal-hal baik lainnya,” katanya. Dalam catatan sejarah, hari libur Imlek bagi umat Khonghucu di Indonesia di masa Presiden Soekarno ditetapkan sebagai hari libur fakultati3 melalui Penetapan Presiden Nomor 2/OEM-1946. Namun pada 1967, perayaan Imlek di Indonesia mengalami pengekangan pasca keluarnya Instruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 dan efektif total dilarang pada 1978-1998.

Kondisi itu berubah pada saat Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 tahun 2002, menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia. Ini menyusul setelah dua tahun sebelumnya yang ditetapkan kembali sebagai Hari Libur Fakultatif oleh Presiden Abdurragman Wahid (Gus Dur) pada tahun 2000. Karena itulah, bagi masyarakat Tionghoa Indonesia memberi apresiarsi yang sangat tinggi kepada beliau (alm). Pasalnya, diawali kebijakan itulah lalu diimplementasikan oleh Menteri Agama (Menag) RI dengan keputusan  Nomor  MA/12/2006 tahun 2006, yang menyetarakan hak-hak sipil terhadap umat Khonghucu yang telah mendapatkan legitimasi dari pemerintah, selain bebas mencantumkan identitas agama Khonghucu pada KTP-nya, mencatatkan perkawinan secara agama Khonghucu dan mendapatkan pendidikan formal atas agama Khonghucu sebagaimana diamanatkan kemudian dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55/2007).

2014 (2565) TAHUN KUDA KAYU. 

Tahun ini bagi masyarakat Tionghoa adalah merupakan tahun Kuda dengan unsur kayu dan dianggap tahun kerja keras. Kuda, sesuai sifatnya adalah hewan yang sangat akrab dengan manusia sejak zaman dahulu kala. Ia diidentikkan dengan rajin, setia dan pekerja keras.   Imlek, dari lafal Hokkian pinyin : yin li yang berarti kalender bulan atau kalender Tionghoa (kalender lunisolar) yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari dan masih digunakan hingga saat ini atau dikenal juga dengan sebutan kalender ‘Agrikultur’. Kalender ini mulah dikembangkan pada milenium ke-3 SM, yang ditemukan oleh penguasa pertama China, Huang Di (2698 SM-2599 SM) dan dikembangkan oleh penguasa ke-4 Kaisar Yao. Siklus 60 tahun mulai digunakan pada milenium ke-2 SM dengan kalender yang lebih lengkap pada zaman Dinasti Zhou.   Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2565 Kong Zi Li. Xong Ci Fat Chai. (jk,kb,net)

Kategori: KOLOM, NASIONAL
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.