DAFTAR HAJI KEPRI 2014, BERANGKAT PADA 2028

Tanjungpinang (LINGGA POS)  – Bagi warga yang ingin mendaftar haji di 2014, mesti ‘kudu’ bersabar menunggu. Pasalnya, jika mendaftar di tahun ini, maka paling mereka paling cepat baru bisa diberangkatkan ke tanah suci Mekah Al Mukaramah pada 2028, atau empat belas tahun ke depan. “Alhamdulillah, motivasi calon haji kita (Kepri) sangat tinggi. ‘Waiting list’ (daftar tunggu) kita sampai tahun 2027 nanti. Jadi, jika mendaftar sekarang, maka harus menunggu kurang lebih empat belas tahun lagi,” terang Marwin Djamal, Kepala Kantor Kemeneterian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri akhir Desember lalu. Menurut Djamal, hal tersebut (banyaknya umat yang ingin menunaikan ibadah haji atau pun umrah) sangat bagus di negeri Segantang Lada ini. Mulai dari kesadaran masing-masing wilayah ini dan yang terpenting adalah hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di Kepri sudah semakin membaik. “Kita memang tidak mengetahui sampai kapan umur kita. Akan tetapi jika sudah ada minat dan dalam keadaan berkecukupan, maka sebaiknya bila ongkos naik haji (ONH) reguler kita bisa dengan ONH plus. Namun, jika masih mau bersabar, ya, ditunggu hingga tahun 2027 nanti,” tambahnya.

SETIAP TAHUN 1.400 PASANGAN BERCERAI di KEPRI. 

Marwin Djamal ditunjuk sebagai Kepala Kantor Kemenag Pemprov Kepri menggantikan H. Handarlin Umar, mulai ujung Desember lalu. Dia mengaku jabatan yang diamanahkan kepadanya tersebut cukup berat dan penuh tantangan utamanya bagi kemashalatan umat. Sebagai ilustrasi berkenaan dengan kehidupan rumah tangga di Kepri, perceraian yang terjadi cukup tinggi dan hal itu tentu sangat memprihatinkan kita semua. Tercatat misalnya sekitar 1.400 pasangan bercerai setiap tahunnya. “Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) yang memang belum dapat kita selesaikan dan tentunya harus segera diberikan kesadaran kepada pasangan-pasangan tersebut, terutama bagi pasangan-pasangan muda,” ujarnya. Namun, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin mencari solusi terbaik agar kasus perceraian yang banyak terjadi di Kepri tidak semakin tinggi. (ph,bt)

Kategori: KEPRI
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.