MENELISIK KEBESARAN KABAH

(LINGGA POS) – Mekah menjadi salah satu tujuan umat Islam utamanya pada bulan suci Ramadhan. Baitullah atau Bayt Atiq (Rumah Allah) ini ramai dikunjungi umat untuk melakukan Umrah bertepatan dengan bulan Ramadhan. Beribadah ke Mekah tentu tak lepas dari daya tarik Kabah. Bangunan suci ini terletak di Masjidil Haram, berbentuk kubus berukuran 13,1 meter, lebar 11,03 meter dan panjang 12,62 meter, menjadi patokan arah shalat (Kiblat) bagi umat Islam di seluruh dunia. Bahkan, sebelum diputuskan menjadi kiblat, Kabah sudah menjadi titik temu berbagai umat sebelumnya. “Dahulu, Yahudi, Nasrani berbondong-bondong ke Kabah, bahkan pintu Kabah saat ini yang membuatnya adalah orang Yahudi,” kata pakar sejarah Kabah, Zuhairi Misrawi, dikutip dari TV One. Kabah dibangun pada zaman Nabi Ibrahim AS, yang membangunnya atas perintah Allah SWT. “Konon batu-batunya khusus didatangkan dari Lebanon,” kata Misrawi.

Ketika itu ada kejadian, lanjutnya, saat putra Nabi Ibrahim AS, Ismail AS, yang masih bayi terus-terusan menangis kakinya menendang tanah, saat mana ibundanya Siti Hajar mencari air lalu muncullah air Zam-Zam yang menjadi air suci saat ini dan tak pernah kering meski pun setiap tahunnya dikosumsi oleh jutaan umat Islam yang menjalankan ibadah haji di sana. HAJAR ASWAD. Selain itu ada beberapa bagian dari Kabah yang sangat sakral.Diantaranya adalah Hajar Aswad. Letaknya di salah satu sudut Kabah. Sebagian umat yakin, batu ini diturunkan dari surga ke bumi saat Nabi Ibrahim AS, ingin membuat titik untuk menandai jarak saat mengelilingi Kabah atau Tawaf. Atau Multazam, yang dianggap sebagai pusaran energi Kabah yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kabah. Dinamakan Multazam karena diyakini sebagai tempat berdoa yang paling mujarab. Kemudian, makam Nabi Ibrahim AS, berupa bangunan kecil seluas 14 meter di Timur Kabah yang juga terdapat batu, turun bersama Hajar Aswad. Sebagian besar umat berpendapat, makam ini sebenarnya hanya sebutan, karena bapak agama semantik ini tidak benar-benar dimakamkan di sana. Berikutnya, Kiswah atau jubah hitam berukiran emas untuk menutupi Kabah dari kotoran debu dan panas. Kiswah diganti setahun sekali saat musim haji. Sementara Mizrab Rahman, berupa pancuran air yang terbuat dari emas dan Syazarwa atau Kaki Kabah yang merupakan kubah kecil yang mengelilingi Kabah dikerjakan oleh kaum Quraisy dan telah beberapa kali dipugar. Disebutkan, Kabah yang didirikan Nabi Ibrahim AS, sebelumnya terletak persis di tempat Kabah lama yang didirikan manusia pertama di bumi, yakni Nabi Adam AS, yang tertimpa banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS. Tercatat, Kabah dibangun kembali pada 1500 SM dari bebatuan Bukit Hira, Qubays, dan tempat lainnya. Sementara renovasi terbesar Kabah dilakukan pada 692 H.

 

ADA APA DI DALAM KABAH?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter pemerintah Arab Saudi. Isi dalam Kabah adalah berupa ruangan yang kosong dengan tiga pilar dari kayu gaharu terbaik dengan panjang sekitar 1,2 meter berwarna campuran antara merah dan kuning, berjejer lurus dari Utara ke Selatan. Awal 2000-an, bagian bawah ketiga pilar retak dan diperbaiki dengan diberi kayu melingkar disekelilingnya. Ke-3 pilar itu sebenarnya dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair sekitar 3 abad lalu, dan tetap kokoh hingga kini. Atap Kabah penuh dengan ukiran-ukiran indah disertai lampu-lampu terbuat dari emas murni dan perhiasan indah lainnya. Sedangkan lantainya dibuat dari batu pualam putih dan dinding di bagian dalam dibalut dengan batu pualam warna-warni dihiasi ukiran bergaya Arab, dimana terdapat 7 papan yang menempel di dinding bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang baru dalam Kabah atau Masjidil Haram. (hadi suprapto/vn,rol)

Kategori: SYIAR ISLAM Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2019. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.