KADIS PERINDAGKOP LINGGA : STOK BERAS dan GULA di LINGGA TERANCAM TAK MENCUKUPI

Dabo (LINGGA POS) – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Lingga Muzamil Ismail mengungkapkan persediaan (stok) beras dan gula di Kabupaten Lingga saat ini cukup riskan utamanya dengan dilakukannya larangan impor beras dan gula oleh pemerintah. “Untuk bulan ini saja kebutuhan beras kita tidak cukup. Setiap bulannya kita mengosumsi beras 950 ton, sementara saat ini hanya tersedia 550 ton. Sementara persediaan gula dipastikan pada minggu depan akan mengalami kelangkaan,” paparnya dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) di Gedung Sanggar Praja, Kecamatan Singkep, Kamis (19/3). Rakor tersebut dihadiri oleh para pengusaha atau pemasok beras dan gula se-Lingga, Bea dan Cukai, Polres Lingga, Gudang Bulog Lingga, UPP Pelabuhan, Lanal Dabo dan undangan lainnya.    Lebih lanjut Muzamil mengatakan dengan adanya larangan impor beras, gula dan termasuk tepung terigu tersebut membuat para pengusaha lokal tidak berani mengambil risiko memasok beras lagi dari Tanjungpinang dan Batam. Padahal menurut salah seorang pengusaha selama ini pasokan beras dan gula untuk wilayah Lingga berasal dari Tanjungpinang atau Batam. Harganya pun cukup jauh berbeda. “Kalau kami ambil dari impor, selisih harganya sekitaran    Muzamil mengaku pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lingga guna mencari solusi terbaik agar stok beras dan gula tetap stabil di wilayah ini termasuk menemui Plt Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri yang juga selaku Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Kepri. “Kita akan minta Bupati dan Gubernur memberikan kemudahan bagi para pengusaha beras melalui jalur khusus untuk kebutuhan pokok tersebut,” katanya.   Ditemui di kantornya di Jalan Perusahaan No. 1 Dabo, Kepala Gudang Bulog Dabo, Sub Divre Tanjungpinang, Rudi mengatakan pihaknya sudah siap untuk mengantisipasi harga pasar misalnya dengan mengadakan operasi pasar beras (OP) murah. “Namun, semua itu tergantung dari pihak Disperindagkop sendiri. Prinsipnya kami siap laksanakan OP bila dibutuhkan,” kata Rudi, Jumat (20/3). Saat ini persediaan beras di Gudang Bulog Dabo sebesar 500 ton. “Baru tengah bulan Januari kemarin masuk beras ex Vietnam per karungnya 50 kilogram sebanyak 500 ton dari Dumai,” imbuhnya. Lanjut dia, disamping untuk persediaan beras untuk rakyat miskin (raskin) beras itu juga disiapkan untuk mengantisipasi harga pasar dan kondisi darurat lainnya atau biasa disebut dengan BCP (beras cadangan pemerintah).   Seperti diketahui terkait tata niaga gula diatur dalam SK Memperindag No.643 tahun 2002 sementara ketentuan impor beras SK Memperindag No.9 tahun 2004. (arn,ph)

Kategori: LINGGA Tags: , , , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.