ADA TUHAN di BANYUWANGI, NABI di MATARAM & SAITON BERDOMISILI di PALEMBANG

image

(LINGGA POS) – Kenalkan, Tuhan (42) lengkapnya lahir di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi pada 30 Juni 1973 dari tujuh orang bersaudara dan kerja sehari-hari sebagai tukang kayu. Tuhan, yang akrab disapa Pak Han atau Pak Tohan sudah dikaruniai oleh Tuhan Sang Pencipta (Allah SWT) dua orang anak dari istri bernama Husmul Khotimah. Ia memang terkenal mendadak, justru di usia yang hampir setengah abad akibat ulah media sosial (medsos) facebook dimana para netizen mengunggah KTP-nya sehingga postingan di dunia maya itu menjadi heboh. Rumahnya jadinya ramai didatangi para kuli tinta karena namanya yang dinilai unik. Dan bak pesohor ia kini sering diwawancara. Ia juga muncul di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta, Jumat (26/8) malam.   Dan, Lalu Parmanegara (46) seorang pekerja kebudayaan asal Lombok, Mataram, memberi nama anaknya yang kedua dengan nama Nabi, lengkapnya Lalu Risau Setara peringatan Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya,” katanya, dikutip dari Tempo, Rabu (26/8). Meski sempat diprotes orang tuanya sendiri, dia tetap memberi nama anaknya dengan nama itu. Uniknya, memang nama-nama kedua anaknya yang lain juga cukup menarik. Sebut saja Baiq Sunyi Ketika Amin, lahir 1995 dan Baiq Tatkala Takwa Maka Cinta, lahir 2004. Baiq adalah gelar bangsawan di Lombok.   Jika di Banyuwangi ada Tuhan, di Mataram ada Nabi, maka Saiton berdomisili di Palembang. Hanya saja seperti juga dua nama terdahulu, nama Saiton yang identik dengan setan atau Syaitan dalam bahasa Arab, adalah nama seorang laki-laki berprofesi sebagai Wakil Kepala SMK di Palembang. Saiton yang satu ini lulusan pasca sarjana bergelar Magister Manajemen yang kuliah dengan program bea siswa. Ia putra ke-11 dari pasangan Cik Name dan Saimubah.   Saiton (46) yang akrab dipanggik Anton atau Suton mengaku nama Saiton itu punya beragam kisah lucu. Petugas banyak yang tak percaya dengan namanya Nabi yang lahir 1997. “Saya teringat peringatan Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya,” katanya, dikutip dari Tempo, Rabu (26/8). Meski sempat diprotes orang tuanya sendiri, dia tetap memberi nama anaknya dengan nama itu. Uniknya, memang nama-nama kedua anaknya yang lain juga cukup menarik. Sebut saja Baiq Sunyi Ketika Amin, lahir 1995 dan Baiq Tatkala Takwa Maka Cinta, lahir 2004. Baiq adalah gelar bangsawan di Lombok.   Jika di Banyuwangi ada Tuhan, di Mataram ada Nabi, maka Saiton berdomisili di Palembang. Hanya saja seperti juga dua nama terdahulu, nama Saiton yang identik dengan setan atau Syaitan dalam bahasa Arab, adalah nama seorang laki-laki berprofesi sebagai Wakil Kepala SMK di Palembang. Saiton yang satu ini lulusan pasca sarjana bergelar Magister Manajemen yang kuliah dengan program bea siswa. Ia putra ke-11 dari pasangan Cik Name dan Saimubah.   Saiton (46) yang akrab dipanggik Anton atau Suton mengaku nama Saiton itu punya beragam kisah lucu. Petugas banyak yang tak percaya dengan namanya itu atau kalau di sekolah, siswa-siswanya tersenyum mendengar namanya. Sebenarnya, ia sudah dua kali mengganti nama itu. Tapi malah mendapat sakit. Jadinya ia tetap menggunakan nama pemberian orang tuanya itu yang konon memberi nama itu setelah ke-10 saudaranya meninggal. Dengan nama itu, percaya atau tidak ia berumur panjang. “Ya, saya saiton, tapi tidak menganggu (manusia),” katanya berseloroh. (aqsa rahardian/okz,tc)

Kategori: ENTERTAIN, IPTEK, NASIONAL Tags: 
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.