TEMUI AIRLANGGA, AWE TAWARKAN TANAMAN BIT

dok: kabarbatam.com

 Daik, LINGGA POS – Gerakan cepat dari berbagai gagasan yang timbul pada dirinya utamanya sebelum usai lengser atas kehendak sendiri pada tahun depan sebagai orang nomor satu di Lingga, membuat Alias Wello (Awe) menyambangi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di kantornya di Jakarta, medio Maret ini. Kali ini Awe bermaksud menawarkan rencananya untuk membangun industri gula pasir dan gula merah berbahan baku umbi tanaman bit di Kabupaten Lingga. Programnya itu, aku dia akan dibantu oleh tenaga profesional terbaik Indonesia yang punya pengalamam 4 tahun menangani industri bit di Jerman. Kata dia, untuk modal program andalanya itu paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp35 miliar saja dengan target produksi gula pasir sekitar 12 ton dan gula merah 9 ton di lahan seluas 150 hektare. “Ini sebuah terobosan yang mampu menjawab tantangan masa depan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gula impor. Apalagi, lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas, tetapi hasilnya bisa sampai 100 ton umbi bit per hektar,” kata Awe bersemangat dirilis dari Antara, Sabtu kemarin.
TERKESAN RAGU-RAGU. Hanya saja, hasil pertemuan pertamanya itu belum direspons dengan baik oleh sang Menteri dan terkesan ragu-ragu karena menilai belum ada bukti bahwa tanaman bit bisa hidup di Indonesia dan dapat dibudidayakan secara nasional. Sementara, dari hasil penelusuran dan sejumlah ujicoba yanp telah dilakukan di berbagai daerah, menurut Awe, tanaman ini sejatinya bisa hidup di daerah tropis dan bisa panen dua kali dalam setahun. “Tujuan kita adalah untuk memberi kontribusi kebutuhan gula nasional yang kabarnya saat ini mengalami defisit sekitar 3 ton per tahunnya,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Lingga pertama tersebut. (ph/ant)

Kategori: LINGGA
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.