Syiar Islam : MENANGISLAH …..

Oleh Ustad Abdul Somad (LINGGA POS) ….. KARENA AIR MATAMU BISA MEMADAMKAN API NERAKA. Dua ilmuan asal Amerika Serikat dan Jerman melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Keduanya menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena terpercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih. Air mata yang keluar karena terpercik bawang atau cabe tidak mengandung zat yang berbahaya. Sementara, air mata yang mengalir karena rasa yang datang dari hati — dari hasil penelitian itu — ternyata mengandung toksin atau racun. Keduanya kemudian merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rara kecewa dan sedih lebih baik menumpahkao air matannya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan maka akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung. MENANGIS ITU INDAH. Sejatinya menangis itu indah, sehat dan merupakan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah, karena tidak selamanya kita bisa menangis. Memang,
orang yang suka menangis dinilai orang yang cengeng. Namun, cengeng terhadap Sang Khalik adalah hal yang positif sementara cengeng terhadap makhluk adalah negatif. Hamba Allah yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, mengingat dosa-dosa yang sudah diperbuatnya maka air mata itu akan melancarkannya menuju surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa lalu akan memadamkan api neraka. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, “Ada mata yang diharamkan masuk neraka. Yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT.”(HR Muslim). Hal ini dipertegas dengan firmanNya, “Dan, mereka menyungkurkan wajahnya sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS Al-Isa’ 17:109). Sabda Rasulullah SAW, “Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu.” (HR Muslim). Adapun ciri-ciri orang yang beruntung itu ialah : 1. Ketika dia lahir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang disekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan dan 2. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang disekitarnya menangis karena sedih ditinggalkanya. Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang beruntung di bumi yang fana ini. Allahumma aamiin. (ph/nfp,rm

Kategori: SYIAR ISLAM
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.