TIM PENGGERAK PKK LINGGA GELAR LATIHAN KERAJINAN TEKAT TUDUNG MANTO

 Daik, LINGGA POS – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga menggelar kegiatan pelatihan kerajinan Tekat Tudung Manto, kain khas penutup kepala bagi kaum perempuan Melayu di Daik, Lingga dan Provinsi Kepri. Kegiatan yang berlangsung di aula Hotel Lingga Pesona, Daik, 29 – 30 Oktober 2019 tersebut menurut Ketua Pokja 2 Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga Noni Setiawati dimaksudkan untuk melestarikan dan memotivasi masyarakat tempatan hasil budaya tradisi Melayu Lingga. “Selain itu, dengan pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan,” kata Noni. Terkait masalah pemasarannya, kepada peserta pelatihan sebanyak 26 orang dari perwakilan 13 kecamatan yang ada di Lingga pihaknya meminta agar tidak perlu khawatir karena pihaknya siap menjadi mediator dan fasilisator untuk pemasaran produk Tekat Tudung Manto hasil kerajinan ibu-ibu PKK Lingga. Hanya saja terkait label produksinya, pihaknya berharap agar pemerintah daerah dapat membantu mengajukan hak paten — yang memang merupakan produk asli daerah Lingga — kepada pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga sendiri memberikan cukup perhatian dan mengupayakan agar Tekat Tudung Manto sebagai salah satu produk budaya asli daerah dapat dilestarikan, salah satunya dengan mendirikan gedung khusus untuk para perajin Tekat Tudung Manto di Kampung Mentok, Daik Lingga. Diketahui kain khas penutup kepala kaum perempuan Melayu Lingga yang disebut Tekat Tudung Manto ini konon sudah digunakan sejak tahun 1700-an lalu. Hingga kini, masih tetap diproduksi oleh masyarakat tempatan seperti di Kampung Mentok, Kampung Sepincan, Kampung Tande, Kampun Gelam dan Kampung Siak, Daik Lingga. Ianya biasanya terbuat dari kain kase, sifon, sari dan sutera dengan warna yang beragam berukuran bervariasi lebar 60 cm dan panjang 150 hingga 200 cm. Sementara ciri khas utama Tekat Tudung Manto adalah hiasan wajib berbentuk tekat dengan berbagai motiv yang dibuat menggunakan kawat lentur seperti benang berwarna perak ataupun emas yang disebut genggeng atau kelingkan. (syk/rnc/foto menixnews.com)

Kategori: KEPRI, KHAZANAH MELAYU, LINGGA
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2019. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.