KARENA WILDERS, SBY BATAL KE BELANDA?

RMS tuntut pemerintah Belanda menangkap SBY

Karena ulah Geert Wilders, SBY membatalkan kunjungannya ke Belanda? Banyak kalangan berspekulasi demikian. Siapa orang ini? Dia dikenal sebagai politisi Belanda yang paling anti Islam. Saat ini sedang dalam menjalani sidang di Pengadilan Negeri Den Haag (6/10). Jika terbukti bersalah,dia akan meringkuk di terali besi selama 1 tahun dan denda 7.600 Euro (sekitar Rp 91,6 juta).

Geert Wilders

Geert Wilders

Wilders di dakwa melakukan penghinaan terhadap Islam dengan menyamakan kitab suci Al Quran dengan buku Mein Kampf karya Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman dan menyebut Islam sebagai agama fasis. Wilders, pemimpin Partai Kebebasan Belanda ini pada Pemilu Juni 2010 masuk urutan ketiga di negara kincir angin ini.

Benarkah demikian adanya? Pada gelar rapat kabinet terbatas, Kamis(7/10), SBY mengatakan dia membatalkan atau menunda keberangkatannya bersama rombongan ke Belanda karena “mempertahankan harga diri bangsa” (sedianya berangkat 5/10 dan pembatalan dilakukan satu jam sebelum pesawat take off). Ini berkenaan dengan adanya keputusan pengadilan negeri Den Haag (lokal) yang memenangkan gugatan pihak RMS dan menuntut pemerintah Belanda menangkap SBY karena dianggap sebagai pelaku pelanggaran HAM. Meski pun akhirnya pemerintah Belanda Ratu Beatrix dan Perdana Menterinya Jan Peter Balkenende menjamin dan menolak gugatan Pengadilan tersebut lagi pula gugatan itu tidak disampaikan ke Pengadilan International Court of Justice (ICJ) di Den Haag,tetapi Pengadilan Negeri Den Haag (lokal).

Demo Geert Wilders

Demo Geert Wilders

Diakui SBY pada dasarnya sejak 2005, secara politik dan moral Belanda telah mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan ini ditunjukkan langsung secara konkrit dengan kunjungan Perdana Menteri Belanda ke Indonesia pada 2006 untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara yang lebih baik. Memang, publik mengetahui, terutama media-media terbitan Belanda seperti Nederland Dagblad dan lainnya, SBY pada 2008 memberi Wilders status persona non grata atau larangan berkunjung ke Indonesia.

Itu terjadi menyusul film garapan Wilders berjudul “FITNA” (Fitnah) yang dianggap menghina Islam dan dengan sengaja menyalahartikan beberapa ayat suci Al Quran. Akibatnya timbul kecaman dari dunia internasional utamanya negara-negara Islam termasuk negara Eropa sendiri seperti Denmark dan Inggris. Agaknya, batalnya SBY ke Belanda dan alasan yang dikemukakan pada rapat kabinet terbatas dapat kita fahami dalam konteks berbangsa dan bernegara.-(Jayakusuma’s, dan berbagai sumber).

Kategori: KOLOM Tags: ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.