DOKTER KECIL UNTUK BENTUK KEBIASAAN SEHAT

LP, MEDIKA(25/12) – Kegiatan edukasi dan sosialisasi kebiasaan hidup sehat berupa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang dilakukan secara rutin kepada anak-anak pra sekolah adalah sangat bermanfaat guna mewujudkan generasi muda yang sehat, kuat dan handal serta cerdas. Kegiatan berupa edukasi dan sosialisasi kebiasaan sehat ini hendaknya tetap berjalan dan berlangsung dan difokuskan pada keluarga dan anak-anak tersebut. Dua masalah kesehatan yang biasa dialami anak SD, tetapi dapat dicegah dengan melakukan kebiasaan sehat adalah cacingan dan diare. Hasil survei cacingan oleh Ditjen P2PL menyebutkan, 31,8 persen siswa SD mengalami cacingan. Sementara itu, diare menempati posisi di teratas untuk pola 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia. Untuk pasien rawat jalan, diare termasuk empat besar dalam pola 10 penyakit terbanyak.

Ketua Umum PB IDI Dr Prijo Sidipraptomo Sp Rad(K) dalam paparannya mengenai kemitraan, pembinaan komunitas Dokter Kecil Award, beberapa waktu lalu mengatakan pentingya program Dokter Kecil sebagai agen perubahan kecil (balita) yang dapat menyosialisasikan budaya hidup sehat bagi teman sebaya dan keluarganya. Ada empat hal yang mengakibatkan sakit, yakni lingkungan yang tidak sehat, perilaku yang tidak sehat, kelainan bawaan dan akses kepada tempat kesehatan. Ditambahkannya, jika lingkungan dan perilaku ini diintervensi, kita dapat menyumbangkan kontribusi untuk sehat sebesar 70 persen. Oleh karena itu, Dokter kecil adalah salah satu program yang tepat untuk bisa menanamkan kebiasaan sehat sejak dini pada anak-anak.

Laporan dari UNICEF menunjukkan, komunitas Dokter kecil terbukti dapat menjadi agen perubahan dalam menggerakkan budaya hidup sehat pada komunitas sekelilingnya. Sementara itu, peran Dokter Kecil di rumah dalam menyampaikan pesan kesehatan, juga mendapat respons yang positif dari orang tua. Kegiatan seperti Dokter Kecil Award, merupakan acara yang memang ditujukan untuk menggalakkan pendidikan kesehatan pada anak-anak, dan diharapkan akan merangsang anak-anak untuk dapat menjadi Dokter Kecil. Kata Prijo, semakin banyak anak yang menjadi Dokter Kecil dapat menjadi jembatan yang baik dalam memberikan informasi tentang kesehatan kepada keluarga, masyarakat, dan teman-teman sebayanya. Program Dokter Kecil sangat efektif untuk senantiasa diterapkan di sekolah dan kepada para guru dapat diberikan pelatihan dan dukungan agar dapat lebih optimal.

Ajakan praktik kebiasaan sehat berupa PHBS dan CTPS yang dilakukan oleh teman sebaya melalui Dokter Kecil, mempercepat penerapan kebiasaan sehat di kalangan siswa SD. Kegiatan ini dapat digelar diseluruh tingkat kabupaten/kota hingga provinsi untuk memilih dua Dokter Kecil Terbaik perwakilan dari setiap provinsi. Nantinya dari kompetisi di tingkat nasional di Jakarta, akan memperebutkan piala bergilir Ibu Negara Ani Yudhoyono.(tys)

Kategori: IPTEK Tags: ,
Topik populer pada artikel ini: makalah dokter kecil, artikel dokter kecil

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.