NELAYAN DESA KELOMBOK LINGGA DIROMPAK

Daik,LP(13/2) – Nelayan asal Desa Kelombok, Kecamatan Lingga dirompak saat mencari ikan di Laut Busung Ketam, sekitar 3 mil utara Dabo Singkep, Jumat (10/2) malam.

Korban selamat, tapi sejumlah peralatan penangkap ikan dijarah, seperti jaring, satu set akat GPS, radio Orari, dan ponsel. “Kasus ini telah dilaporkan ke Lanal Dabo Singkep,” kata Kades Kelombok, Iskandar, kemarin.

Sejak tahun 2011, ada lima nelayan yang mengaku telah dirompak di sekitar laut tersebut. Beberapa diantaranya telah dilaporkan ke pihak berwajib,namun hingga saat ini belum ada satupun perompak yang tertangkap. Kata Iskandar, untuk yang terakhir, para nelayan telah melaporkan ke Lanal Dabo Singkep. Nelayan berharap ada peningkatan patroli dari instansi terkait untuk meminimalisir kejahatan di laut sekitar perairan Busung tersebut. Kondisi perairan daerah ini yang berdekatan dengan daerah Jambi dan Bangka Belitung, disinyalir memudahkan para perompak melarikan diri.

“Dari informasi nelayan yang menjadi korban, para perompak ini berasal dari seberang. Hal ini dibuktikan dengan jenis boat yang digunakan,” ujarnya. Ditambahkan, jika perlu dibuat Pos AL di Pulau Sayak. Pulau ini merupakan tempat yang sangat strategis untuk memantau, karena letaknya ditengah- tengah Pulau Singkep dan laut yang menjadi target para perompak. “Nelayan kami jadi takut melaut jauh dari kampung dengan kondisi seperti ini,” tukasnya.

Komandan Unit Intel Lanal Dabo, Letda Laut (KH) Yoyok Tri Basuki mengakui, adanya perompak di sekitar Laut Busung Ketam tersebut. Jumlah perompak diperkirakan enam orang dengan menggunakan mesin Mitsubishi 4 D. Setelah beraksi, perompak melarikan diri ke arah Pulau Berhala. “Setelah menerima laporan dari nelayan, pihak Lanal Dabo Singkep langsung melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Pos Lanal di Pulau Lalang,” kata Yoyok. (bp)

Kategori: LINGGA Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.